Hubungan antara Self Esteem dengan Social Loafing pada Mahasiswa di Kota Bekasi

Authors

  • Mita Widyaningrum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Author
  • Rijal Abdillah Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Author
  • Yomima Viena Yuliana Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Author

DOI:

https://doi.org/10.66749/ftn8tk12

Keywords:

Self Esteem, Social Loafing, Mahasiswa, Kerja Kelompok, Kota Bekasi

Abstract

Social loafing merupakan kecenderungan individu untuk mengurangi usaha dan kontribusinya ketika bekerja dalam kelompok. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan perilaku tersebut adalah self esteem, yaitu penilaian individu terhadap nilai dan kemampuan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan social loafing pada mahasiswa di Kota Bekasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 110 mahasiswa aktif di Kota Bekasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Self Esteem yang mengacu pada teori Coopersmith (1967) dan skala Social Loafing berdasarkan teori Myers (2012). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self esteem dengan social loafing. Semakin tinggi self esteem yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah kecenderungan melakukan social loafing, dan sebaliknya. Temuan ini menunjukkan bahwa self esteem berperan dalam menjelaskan perilaku social loafing, meskipun terdapat faktor lain yang turut memengaruhinya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agata, G. J., Hariadi, L., & Permitasari, I. R. A. (2023). Social loafing pada mahasiswa FBB Untag 1945 Semarang. Jurnal Psikologi Prima, 6(2), 79–85. https://doi.org/10.34012/psychoprima.v6i2.3880

Bandura, A. (1977). Self-efficacy: Toward a unifying theory of behavioral change. Psychological Review, 84(2), 191–215. https://doi.org/10.1037/0033-295X.84.2.191

Coopersmith, S. (1967). The antecedents of self-esteem. W. H. Freeman.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The "what" and "why" of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01

Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. Pustaka Ilmu.

Jabnabillah, F., & Margina, N. (2022). Analisis korelasi Pearson dalam menentukan hubungan antara motivasi belajar dengan kemandirian belajar pada pembelajaran daring. Jurnal Sintak, 1(1), 14–18. https://journal.iteba.ac.id/index.php/jurnalsintak/article/view/23

Karau, S. J., & Williams, K. D. (1997). The effects of group cohesiveness on social loafing and social compensation. Group Dynamics: Theory, Research, and Practice, 1(2), 156–168.

Lam, C. (2015). The role of communication and cohesion in reducing social loafing in group projects. [nama jurnal — cek langsung, tidak muncul di hasil pencarian saya], 78(4). https://doi.org/10.1177/2329490615596417

Latane, B., Williams, K., & Harkins, S. (1979). Many hands make light the work: The causes and consequences of social loafing. Journal of Personality and Social Psychology, 37(6), 822–832. https://doi.org/10.1037/0022-3514.37.6.822

Leary, M. R., Tambor, E. S., Terdal, S. K., & Downs, D. L. (1995). Self-esteem as an interpersonal monitor: The sociometer hypothesis. Journal of Personality and Social Psychology, 68(3), 518–530. https://doi.org/10.1037/0022-3514.68.3.518

Myers, D. G. (2012). Psikologi sosial (Jilid 1). Salemba Humanika.

Narotama, I. B. I., & Rustika, I. M. (2019). Peran harga diri dan efikasi diri terhadap social loafing pada mahasiswa preklinik program studi sarjana kedokteran dan profesi dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 6(3), 1281–1292.

Pasaribu, A. (2022). Hubungan antara harga diri dengan kemalasan sosial pada mahasiswa KMKP di Fakultas Psikologi Universitas Medan Area [Skripsi, Universitas Medan Area].

Pek, J., Wong, O., & Wong, A. C. M. (2018). How to address non-normality: A taxonomy of approaches, reviewed, and illustrated. Frontiers in Psychology, 9, 1–17. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.02104

Putri, G. A., Iswinarti, I., & Istiqomah, I. (2021). Harga diri dengan kemalasan sosial pada mahasiswa LSO (Lembaga Semi Otonom). Journal Psikogenesis, 8(2), 229–240. https://doi.org/10.24854/jps.v8i2.790

Rokhmatika, N., Semarang, U. N., & Counseling, G. (2024). Pengembangan (citra diri) instrumen self-esteem. Jurnal Literasi Indonesia (JLI), 1(1), 1–8.

Sari, N., & Nasution, J. A. (2024). Harga diri dengan social loafing pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Talenta Mahasiswa, 3(4). https://doi.org/10.26858/jtm.v3i4.59681

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta.

Wirayudha, A., Shakti, F., Ariq, R., & Nurfarida, F. (2024). Kesulitan mahasiswa dalam membagi tugas kelompok sebagai efek terhadap perilaku social loafing. Academy of Education Journal, 15(1), 148–157. https://doi.org/10.47200/aoej.v15i1.2145

Downloads

Published

2026-05-30