Dialog Filsafat Islam Dan Filsafat Barat

Authors

  • Ikhwan Al Hafiz Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Author
  • Duski Samad Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Author
  • Firdaus ST Mamad Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Author

Keywords:

Filsafat Islam, Filsafat Barat, Epistemologi, Etika, Metafisika

Abstract

Kajian ini membahas dialog antara filsafat Islam dan filsafat Barat sebagai upaya memahami corak perkembangan pemikiran manusia dalam menjawab persoalan ontologis, epistemologis, dan aksiologis di era modern. Filsafat Islam berkembang dengan landasan tauhid yang mengintegrasikan akal, wahyu, dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi. Filsafat Barat tumbuh melalui tradisi rasionalisme, empirisme, serta kritisisme yang menekankan kebebasan berpikir dan pengujian rasional terhadap realitas. Pertemuan dua tradisi pemikiran ini menunjukkan adanya perbedaan pendekatan dalam memahami hakikat keberadaan, sumber kebenaran, serta tujuan moral manusia. Dialog filsafat Islam dan filsafat Barat tidak hanya berhenti pada wilayah teoretis, tetapi juga memiliki implikasi nyata dalam pengembangan pendidikan, sains, dan teknologi. Sintesis antara rasionalitas ilmiah dan nilai spiritual membuka ruang bagi lahirnya paradigma keilmuan yang lebih seimbang dan berorientasi pada kemaslahatan manusia. Kajian ini menegaskan bahwa dialog merupakan sarana penting untuk membangun pemahaman lintas tradisi, memperkaya khazanah keilmuan, serta menghadirkan alternatif pemikiran yang mampu merespons tantangan modernitas tanpa kehilangan dimensi etika dan spiritualitas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmad, G. H. (2022). Pemikiran Filsafat Etik Immanuel Kant Dan Relevansinya Dengan Akhlak Islam. ALSYS: Jurnal Keislaman Dan Ilmu Pendidikan, 2(2), 324–339.

Ahmad, M., & Khan, T. R. (2024). Integrating Cognitive Science With Islamic Philosophy: Emergence And Current Challenges. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS), 7(2), 110–142. https://doi.org/10.20885/ijiis.vol7.iss2.art1

Aini, N. (2018). Proses Penciptaan Alam Dalam Teori Emanasi Ibnu Sina. JAQFI: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, 3(2), 55–75.

Akoijam, T. (2024). Descartes and the Question of God’s Existence. Tattva – Journal of Philosophy, 16(1), 1–19.

Anggraini, O., Julita, N., & Nafish, S. (2024). Cogito Ergo Sum : Exploration Of Rationalism And Certainty In The Construction Of Knowledge. AL-IMTAZ: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 1(1), 13–30.

Aravik, H., & Hamzani, A. I. (2019). Homo Islamicus dan Imperfect State : Konsep Manusia dan Al-Madinah Al-Fadilah menurut Al- Farabi. Al-Falah: Journal of Islamic Economics, 4(1), 54–68. https://doi.org/10.29240/alfalah.v4i1.714

Asrori, A. (2025). Konsep etika dalam pemikiran ibnu sina dan relevansinya bagi pendidikan islam. Unisan Journal, 4(4), 100–108.

Barman, S. (2025). Kant on the Universality of Moral Principles: An Analysis. Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR), 4(1), 17–30.

Damyati, A. R. (2023). The Ethical Philosophy of Eudaimonism by Ibn Sina Based on An-Nakhjuwani’s Work Syarh al-Isyarat. TASFIYAH: Jurnal Pemikiran Islam, 7(2), 209–231.

Dinata, S. (2021). Syaiful Dinata yang mendalam untuk mendapat kebijakan atau keinginan yang. Kanz Philosophia, 7(2), 217–236.

Hafid. (2007). Epistemologi Al-Farabi: Gagasannya Tentang Daya-Daya Manusia. Jurnal Filsafat, 17(3), 228–241.

Hafizah, F. D., & Kharisman, H. (2024). Al-Fārābī’s Synthesis: Plato, Aristotle, And The Shaping Of Islamic Philosophy. Kanz Philosophia, 10(2), 357–382.

Herwansyah. (2017). Pemikiran Filsafat Ibnu Sina (Filsafat Emanasi, Jiwa Dan Al-Wujud). El-Fikr, 1(1), 55–67.

Malyuna, S. I., Fuad, A. Z., & Mas’ud, A. (2024). Exploring Al-Fārābī’s Secrets In Harmonizing Science And Religion. Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosiphy and Mysticism, 10(2), 313–334.

Masykur, Z. M., & Zuhri, S. (2025). Comparative Epistemology of Al-Farabi and Al-Kindi in the Contextualization of Modern Knowledge. Journal of Indonesian Islamic Studies, 4(2), 90–109.

Nirasma, M. R. (2020). Dialami Tanpa Mungkin Diketahui: Sebuah Sanggahan Atas Penafsiran Noumena Immanuel Kant Sebagai Entitas Metafisis. Human Narratives, 1(2), 76–87.

Nurfitriani, V. (2025). Epistemologi Islam Dan Tantangan Sains Modern : Telaah Atas Gagasan Al-Farabi Dan Ibnu Sina. IBTIKAR, 2(1), 34–41.

Putera, R. P. (2025). Dialektika Pemikiran Filsuf Islam : Suatu Kajian dalam Filsafat Pendidikan Islam. Akhlak: Jurnal Pendidikan Agma Islam Dan Filsafat, 2(4), 1–13.

Rachman, A. (2020). Paripatetic Tradition and Metaphysics in Al-Farabi’s Philosophy: The Way of Hapiness. Refleksi: Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Islam, 21(2), 5–14.

Svensson, F. (2020). Descartes as an Ethical Perfectionist. Journal of Modern Philosophy, 2(1), 1–12.

Tapek, K. (2018). Krzysztof Tapek Corporate social responsibility in the light of Kant ’ s. 21(7), 85–96.

Warno, N. (2023). Study Comparison On Knowledge By Presence In The Views Of Ibn Sīnā, Suhrawardī, And Mullā Ṣadrā. Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Number, 9(2), 333–352.

Zein, F. M. (2023). Implikasi Teori Emanasi dalam Konsep Kepemimpinan al-Farabi Fuad. Kalimah: Jurnal Studi Agma-Agama Dan Pemikiran Islam, 21(2), 221–239.

Downloads

Published

2025-11-21