Motivasi Belajar Siswa di Tengah Perkembangan Teknologi Digital
DOI:
https://doi.org/10.66749/j5479z84Keywords:
Motivasi belajar, Teknologi digital, Teori motivasi, Literasi digital, Pembelajaran digitalAbstract
Perkembangan teknologi digital membawa perubahan mendasar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam memengaruhi motivasi belajar siswa. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis dinamika motivasi belajar siswa di era digital dengan mengintegrasikan teori-teori motivasi utama Self-Determination Theory (SDT), Achievement Goal Theory (AGT), Self-Efficacy Theory, dan ARCS Model serta mengaitkannya dengan temuan empiris dari penelitian nasional maupun internasional. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital melalui gamifikasi, e-learning, dan Learning Management System (LMS) terbukti meningkatkan motivasi belajar apabila diintegrasikan ke dalam desain pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan psikologis siswa. Sebaliknya, distraksi digital, technostress, cyber-prokrastinasi, dan kesenjangan akses menjadi ancaman nyata yang saling berkaitan dan membutuhkan penanganan lintas dimensi. Dalam konteks Indonesia, jarak antara kebijakan transformasi digital dan realitas implementasi di lapangan masih cukup lebar akibat ketimpangan infrastruktur dan rendahnya kapasitas pedagogis pendidik. Kajian ini merekomendasikan integrasi teori motivasi dalam perancangan pembelajaran digital, penguatan literasi digital pendidik, serta pengembangan penelitian longitudinal berbasis konteks lokal.
Downloads
References
Artino, A. R. (2008). Motivational beliefs and perceptions of instructional quality: Predicting satisfaction with online training. Journal of Computer Assisted Learning, 24(3), 260–270. https://doi.org/10.1111/j.1365-2729.2007.00258.x
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: Freeman.
Broadbent, J., & Poon, W. L. (2015). Self-regulated learning strategies and academic achievement in online higher education learning environments: A systematic review. Internet and Higher Education, 27, 1–13. https://doi.org/10.1016/j.iheduc.2015.04.007
Chen, K. C., & Jang, S. J. (2010). Motivation in online learning: Testing a model of self-determination theory. Computers in Human Behavior, 26(4), 741–752. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0747563210000130
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. New York: Plenum.
Dweck, C. S. (1986). Motivational processes affecting learning. American Psychologist, 41(10), 1040–1048. https://doi.org/10.1037/0003-066X.41.10.1040
Elliot, A. J., & Dweck, C. S. (2005). Handbook of competence and motivation. New York: Guilford Press.
Elliot, A. J., & McGregor, H. A. (2001). A 2 × 2 achievement goal framework. Journal of Personality and Social Psychology, 80(3), 501–519. https://doi.org/10.1037/0022-3514.80.3.501
Endrawati Subroto, D., Wirawan, R., & Yanto Rukmana, A. (2023). Implementasi teknologi dalam pembelajaran di era digital: Tantangan dan peluang bagi dunia pendidikan di Indonesia. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 12.
Hakim, A. N., & Yulia, L. (2024). Dampak teknologi digital terhadap pendidikan saat ini. Journal on Education, 7(1), 2554–2568. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/800
Huang, R. H., Liu, D. J., Tlili, A., Yang, J. F., & Wang, H. H. (2022). Handbook on facilitating flexible learning during educational disruption: The ARCS model approach. Educational Technology Research and Development, 70(1), 1–15.
Jamun, Y. M. (2018). Dampak teknologi terhadap pendidikan. Jurnal pendidikan dan kebudayaan missio, 10(1), 48-52.
Juliane, C., Arman, A. A., Sastramihardja, H. S., & Supriana, I. (2017). Digital teaching learning for digital native; Tantangan dan Peluang. Jurnal Ilmiah Rekayasa dan Manajemen Sistem Informasi, 3(2), 29-35. http://dx.doi.org/10.24014/rmsi.v3i2.4273
Keller, J. M. (1987). Development and use of the ARCS model of instructional design. Journal of Instructional Development, 10(3), 2–10. https://link.springer.com/article/10.1007/bf02905780
Keller, J. M. (2010). Motivational design for learning and performance: The ARCS model approach. New York: Springer.
Maflikhah. (2022). Manfaat teknologi digital terhadap motivasi belajar peserta didik. Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Mariyati, D., Cholifah, P. S., & Sukamti, S. (2022). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Aplikasi Android Tema Organ Gerak Hewan dan Manusia untuk Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, Dan Pengelolaan Pendidikan, 1(12), 991 1002. https://repository.um.ac.id/199862/
Prasetyo, Y. (2019). Peran teknologi digital dalam pendidikan di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 4(2), 76–88.
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1), 68–78.
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2017). Self-determination theory: Basic psychological needs in motivation, development, and wellness. New York: Guilford Press.
Setiawan, R. (2018). Integrasi teknologi dalam pendidikan: Kendala dan solusi bagi pendidik. Jakarta: Penerbit Ilmu Edukasi.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suparlan, Henricus (2015). Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dan Sumbangannya Bagi Pendidikan Indonesia. Jurnal Filsafat, 25(1).
Tiana, A., Damai, A., Krissandi, S., & Sarwi, M. (2021). Peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa melalui media game Quizizz pada mata pelajaran matematika. Cendikia Pendidikan, 4(5), 50–54. 10.36418/japendi.v2i6.189
Wijaya, Y. (2018). Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran di sekolah: Tantangan dan peluang. Jurnal Teknologi Pendidikan, 16(1), 45–58.
Zeng, E., et al. (2024). Exploring the impact of gamification on students’ academic performance: A comprehensive meta-analysis. British Journal of Educational Technology.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Zaki Abdul Hasyim (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










