Benteng Digital: Peran Strategis Profesional Teknologi Informasi dalam Melindungi Anak Usia Dini dari Disinformasikan di Media Sosial

Authors

  • Ihsan Ramadhan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Author
  • Evy Nurmiati UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.66749/j81wcd15

Keywords:

Disinformasi, Anak usia dini, Media sosial, Profesional TI, Keamanan digital

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa anak usia dini ke dalam ekosistem media sosial yang kompleks, dengan platform seperti YouTube Kids, TikTok, dan Instagram kini diakses anak bahkan sebelum mereka mampu membaca. Kondisi ini meningkatkan eksposur anak terhadap konten disinformasi yang dapat berdampak negatif pada perkembangan kognitif dan sosial, sementara respons larangan penggunaan media sosial dinilai kurang realistis di tengah derasnya arus digitalisasi. Artikel ini mengidentifikasi karakteristik disinformasi yang rentan diakses anak usia dini di media sosial, menganalisis tanggung jawab serta kapabilitas strategis profesional Teknologi Informasi (TI) dalam melindungi anak digital, dan merumuskan kerangka intervensi teknis yang dapat diterapkan untuk menciptakan ekosistem media sosial yang ramah serta aman bagi anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis 45 sumber dari Google Scholar, Scopus, IEEE Xplore, dan Garuda, yang diterbitkan pada periode 2015–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesional TI memiliki tanggung jawab etis dan teknis yang signifikan, mencakup perancangan algoritma berbasis usia, sistem moderasi konten cerdas, desain antarmuka yang aman bagi anak, serta integrasi verifikasi konten secara real-time. Kesimpulan artikel ini menegaskan bahwa solusi yang tepat bukan sekadar larangan penggunaan media sosial, melainkan penciptaan ekosistem digital yang dirancang secara proaktif melalui prinsip "Safety by Design" untuk melindungi kelompok pengguna paling rentan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyah, S., Andiany, A. N., Simanjuntak, E., Kania, N., & Nurmahanani, I. (2026). Dampak paparan konten YouTube dan TikTok terhadap perkembangan bahasa Indonesia anak sekolah dasar: Systematic literature review. Jurnal Citra Pendidikan, 6(2), 107–123. https://doi.org/10.38048/jcp.v6i2.6932

Blum-Ross, A., & Livingstone, S. (2016). Families and screen time: Current advice and emerging research. Media Policy Project Policy Brief 17. London School of Economics and Political Science.

Diantini, N., & Purwanti. (2025). Berpikir kritis dalam menghadapi tantangan disinformasi di era digital. AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 2(1), 830–837.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2022). Kebijakan perlindungan anak di ruang digital. Kominfo.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2023). Survei akses konten digital pada anak usia pra-sekolah. KPAI.

Lumban Toruan, R. Y., Kurniati, I. A., Ananto, P., Adryans, Mongkau, I. R. D., Yakob, F., Pathia, L., Srimayasandy, S., Cempaka, P. S., Ezer, E., Rabernir, Felix, J., & Azzahra, N. (2025). Edukasi literasi media sosial sebagai upaya preventif dalam fenomena disinformasi pada wali murid Kelompok Belajar Prisma Cipayung, Jakarta Timur. Prosiding SENPEDIA, 4, 246–251.

Nugroho, S., & Suryaningsi. (2025). Artificial intelligence dan ancaman pelanggaran hak anak di ruang digital. Doh Gisin, 2(2), 53–64. https://e-journals2.unmul.ac.id/index.php/dohgisin/article/view/4379

Putri, A. S., & Prakoso, B. R. (2025). Pengaruh algoritma TikTok terhadap pola konsumsi konten Generasi Z di Indonesia: Studi analisis perilaku dan strategi engagement. EDUCATION: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 5(3), 25–35. https://doi.org/10.51903/q72r8m61

Radesky, J. S., Weeks, H. M., Ball, R., Schaller, A., Yeo, S., & Robb, M. B. (2020). Young children’s use of smartphones and tablets. Pediatrics, 146(1), e20193518.

Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Sharevski, F., & Vander Loop, J. (2023). Children, parents, and misinformation on social media (arXiv:2312.09359). arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2312.09359

Shu, K., Bhattacharjee, A., Alatawi, F., Nazer, T., Ding, K., Karami, M., & Liu, H. (2020). Combating disinformation in a social media age. WIREs Data Mining and Knowledge Discovery, 10(6), e1385. https://doi.org/10.1002/widm.1385

Sunstein, C. R. (2017). #Republic: Divided democracy in the age of social media. Princeton University Press.

Susanti, M. (2024). Penguatan literasi media digital dalam melawan penyebaran berita hoax terhadap anak dan remaja. Indonesian Journal of Multidiciplinary Expertise (IJME), 2(2), 44–49.

Tampubolon, E., Cahyani, A. R., Adrismon, S. A. S., Afifah, L., & Angrayni, L. (2026). Perlindungan anak dari algoritma buta di ruang digital serta urgensi pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 6004–6013. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6276

UNICEF. (2022). Seri analisis cepat: Disinformasi/misinformasi digital dan anak. UNICEF.

Utama, M. D., & Tentua, M. (2023). Implementasi literasi media dalam pengembangan konten digital ramah anak: Studi kasus platform YouTube Kids Indonesia. Jurnal BADATI Ilmu Sosial & Humaniora, 5(2), 203–219.

Vosoughi, S., Roy, D., & Aral, S. (2018). The spread of true and false news online. Science, 359(6380), 1146–1151. https://doi.org/10.1126/science.aap9559

Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policy making. Council of Europe report DGI(2017)09.

Downloads

Published

2026-02-25